Hosting dan Domain Murah

Web Hosting

Buku - Buku Kesehatan :

Selasa, 12 Mei 2009

BEBASKAN LINGKUNGAN KITA DARI ZAT DIOXIN

Dunia perdagangan dan industri pagan digoncangkan oleh kasus kontaminasi dioksin yang mulai merebak dari daratan Eropah, khususnya Belgia, Belanda dan Negara disekitarnya. Kontaminasi dioksin telah melanda produk – produk daging, susu, telur dan ikan, sehingga Negara pengimpor produk-produk tersebut telah melakukan pencegahan dengan melarang impor serta penyebaran dan pemasaran produk tersebut kepada masyarakat diberbagai toko swalayan dikota-kota besar di dunia.

Singgapura relative lebih cepat bertindak dan tanggap menanggapi ancaman dioksin tersebut. Di Indonesia sendiri, pemertintah melalui Direktorat Jendral POM telah melalukan hal yang sama yaitu melarang impor daging dari Belgia dan sekitarnya.

Dioksin adalah nama senyawa yang diberikan pada suatu kelompok senyawa kimia yang bersifat super-toxic, yang jumlahnya ratusan, yang keberadaannya sangat mengganggu dalam lingkungan hidup.

Dioksin terbentuk secara tidak sengaja sebagai produk sampingan dari proses kimia yang melibatkan klorin dengan hidkrokarbon, termasuk didalamnya proses pembakaran sampah insinerasi, produksi samping industri pestisida dan pulp serta proses pemutihan (bleaching) kertas. Dalam prateknya, sumber kontaminasi utama dari dioksin berasal dari lingkungan yaitu 95 % berasal dari incinerator hasil pembakaran limbah dan sampah yang mengandung klorin.

Sumber utama ekspose bagi kesehatan manusia berasal dari bahan pangan, karena dioksin bersifat larut dalam lemak, maka terakumulasi dalam pangan yang relative tinggi kadar lemaknya. Kandungan dioksin tersebar 97,5 % kedalam produk pangan secara berurutan kosentrasinya yaitu, daging, produk susu, susu unggas, daging babi, daging ikan dan telur.

Dioksin dikenal dengan senyawa hidrofobik senyawa yang tidak larut dalam air karena dioxin larut dalam lemak. Apabila dioksin jatuh didalam air ia akan mencari makhluk hidup untuk menempel dan masuk kedalam tubuh. Dioksin sangat stabil dalam lingkungan sehingga bakteri dalam alam tidak mampu untuk mengurainya. Yang sangat disayangkan, manusia tidak memiliki piranti dan mekanisme memusnahkan disoksin didalam tubuhnya dan membiarkan saja pecah sendiri menurut waktu paruh pemecahan secara alamiah.

Bagaimana dioksin bisa masuk kedalam tubuh manusia ?. Sebagaimana disampaikan diatas bahwa dioksin adalah produk sampingan dari proses kimia, salah satu pembakaran sampah rumah tangga yang saat ini banyak terkontaminasi dengan klorin khususnya plastic PVC, akan ikut terbawa melalui debu dan asap yang kemudian menempel pada tumbuhan, dan tumbuhan tersebut akan dimakan oleh kita maupun ternak.

Dioksin merupakan ancaman yang sangat serius bagi kesehatan manusia, karena pengaruh negatifnya sudah dapat dicapai hanya dosis yang sangat rendah yaitu berberapa per trilliun dalam lemak tubuh kita. Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan system biologis hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetic dari sel dan mengakibatkan pengaruh sangat luas, yaitu dari timbulnya kanker seperti kanker testis, kanker endometriosis pada uterus, serta kanker payudara dll, sampai mampu menurunkan daya kekebalan tubuh serta kekacauan system urat saraf, keguguran kandungan, malahan dapat berakibat cacad kelahiran, kurangnya kekentalan sel sperma.

Dioksin secara langsung mampu menurun sel B dan secara tidak langsung menurunkan jumlah sel T yang berperan dalam kekebalan tubuh.

Apakah kita perlu resah, dengan timbulnya kasus dioksin ? Tent saja kita akan menjadi resah akan hal ini, namun hal ini kita tidak perlu terlalu resah. Ada beberapa hal yang dapat mencegah diri kita dari terkontaminasi dioksin dari lingkungan kita, seperti :

  1. Jangan membakar sampah rumah tangga secara umum dan khususnya bahan yang mengandung plastik, sebaiknya buang ke tempah sampah yang telah disediakan oleh pemerintah.
  2. Sebaiknya pisahkan sampah plastik dari sampah yang mudah terurai (organic), jadikan sampah organik untuk kompos dan buang sampah plastik ke tempat pembuangan sampah yang telah disediakan Pemerintah.
  3. Kosumsi makanan rendah lemak, seperti susu tanpa lemak (susu non fat), daging tanpa lemak serta ayam yang sedikit terkontaminasi dioksin.
  4. Hindarikan diri dari sentuhan bahn organic yang mengandung “kloro” yang dapat dikenal dari bagian namanya.
  5. Jangan gunakan kertas yang telah di-bleach / diputihkan.
  6. Makan makanan olahan kacang-kacangan seperti tahu, tempe dan lainnya.
  7. Atau jadi manusia vegetarian, yaitu mengkonsumsi makanan tanpa daging.
  8. Cuci sayuran dan buah-buahan dari residu pestisida, abu dan debu.
  9. Jangan membakar gulma dan hasil penebangan kayu di peladangan, jadikan sebagai kompos.

Disarikan dari berbagai sumber

Tidak ada komentar: