Hosting dan Domain Murah

Web Hosting

Buku - Buku Kesehatan :

Senin, 11 Mei 2009

CEGAH KANKER SERVIKS SEJAK DINI

Setiap satu jam satu wanita Indonesia terancam meninggal. Apakah itu ibu rumah tangga, pembantu rumah tangga, pekerja, pegawai, mahasiswa dan pelajar dapat terinfeksi kanker serviks yang diakibatkan oleh virus human papilloma !. Setiap satu jam satu wanita terancam kematian!. Begitulah kira – kira tayangan iklan layanan kesehatan dari Departemen kesehatan di televisi.

Menurut data Ikatan Patologi Indonesia (1998) menyebutkan bahwa angka penderita Kanker Serviks 17, 2 % ( dari seluruh kasus kanker Indonesia), dan tertinggi dari berbagai jenis kanker yang ada. Dan paling sering menyebabkan kematian pada wanita di seluruh dunia. 41 kasus per hari penderita kanker serviks di Indonesia 20 orang jiwa melayang karena penyakit ini.

Kanker serviks (cervical cancer ) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim atas dengan vagina. Kanker serviks juga disebut kanker leher rahim.

Kanker serviks cendrung muncul pada wanita dengan usia antara 35 – 55 tahun, dengan pertimbangan, rata-rata wanita telah melakukan kontak seksual mulai usia 20 tahun. Sejak masuknya virus ke leher rahim menginfeksi, hingga akhirnya sel normal berubah menjadi sel kanker, dibutuhkan waktu 5 sampai 10 tahun. Kanker ini dapat pula muncul pada usia yang lebih muda antara 20 – 30 tahun.

Secara pasti penyebab kanker ini belum diketahui, namun diduga penyebabnya adalah sejenis virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV), yaitu jenis virus yang sering menyerang manusia. Terdapat 100 type HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gelaja yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya oleh sistim kekebalan tubuh.

Perkembangan HPV kearah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe resiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Type HPV yang beresiko, dapat menimbulkan genitikal wats (kutil kelamin ). Namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV resiko tinggi dapat mengarah kepada kanker serviks.

Bagaimana penyebaran HPV ?. HPV berkembang biasanya melalui kontak sex, resiko meningkat dratis jika sering gonta – ganti pasangan seksual, wanita yang monogami masih memiliki peluang terinfeksi sekitar 0 – 37 %. Penularan HPV juga dapat terjadi, berhubungan seks diusia dini, melalui pakaian dalam, sarung tangan oprerasi, atau bayi yang lahir normal yang dapat tertular dari vagina sang ibu.

Jadi hubungan seks itu sendiri hanyalah satu diantara sekian penyebab, karena virus HPV tidak sepenuhnya menular lewat hubungan seks, maka kanker serviks adalah ancaman bagi setiap wanita, bahkan wanita yang tidak menikah sekalipun.

Namun tidak hanya wanita yang perlu mewaspadai infeksi akibat virus HPV, pria yang suka gonta ganti pasangan seks akan lebih mudah tertular kanker penis, kanker ini berbentuk seperti jengger ayam yang tumbuh di sekililing penis.

Gejala – gejala yang terjadi apabila menderita kanker serviks, seringkali kanker serviks tidak menimbulkan gejala secara khusus, namun apabila telah berkembang menjadi kanker serviks barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan diluar menstruasi, keputihan, sakit saat berhubungan seks, buang air kecil dan buang air besar. Akibatnya perut menjadi kembung dan membesar. Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri panggul, punggung dan tungkai. Biasanya penderita mengetahui apabila mengidap kanker ini pada stadium lanjut.

Dengan mengetahui penyebab dari kanker serviks ini kita dapat mencegah terjangkit kanker ini. Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk melakukan pencegah kanker serviks ini, melalui :

  1. Mencegah virus masuk kedalam tubuh. Dengan cara melakukan edukasi, perilaku seksual yang berganti-ganti pasangan.
  2. Vaksinasi, langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV. Vaksin ini diberikan pada perempuan muda sedini mungkin dan belum menikah, karena tingkat imunitas tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel diarea serviks masih sangat baik.
  3. Test pap smear, bagi wanita yang aktif melakukan hubungan seksual cara yang praktis untuk mengetahui ada atau tidak adanya virus diarea serviks dengan mengambil sel pada leher rahim, kemudian diperiksa dilaboraturium. Test pap smear hendaknya dilakukan secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter atau setidaknya sekali lima tahun, karena masa perkembangbiakan virus ini antar 5 -10 tahun.
  4. Test IVA ( Inspeksi Visual dengan aplikasi asam Asetat ), asam cuka yang biasa digunakan untuk memasak diturun kosentrasinya menjadi 5 %, lalu segumpal kapas dibasahi dengan asam tersebut, dipasang diujung sendok speculum, alat sederhana yang pasti dimiliki oleh dokter atau bidan, dimasukan kedalam rongga leher rahim melalui vagina dan tunggu 1-2 menit. Bila kapas semula berwarna pink nerubah menjadi garis – garis putih yang menyerupai peta, maka harus dicurigai adanya lesiprakanker.
  5. Menjaga hubungan harmonis keluarga
  6. Tidak melakukan hubungan seks usia dini
  7. Menjaga kebersihan mahkota kita dan pasangan kita
  8. Meningkatkan imunitas tubuh dengan meningkatkan makanan sehat dan bergizi.
(Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Yul_Jambak)

Tidak ada komentar: